Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Ayam Cemani, Unggas Serba Hitam yang Langka dari Indonesia

Ayam cemani merupakan unggas asli Indonesia yang unik karena seluruh tubuhnya berwarna hitam pekat disebabkan mutasi genetik. Ayam langka ini sangat diminati

Ayam Cemani. Mendengar namanya saja, kita sudah dapat membayangkan seekor ayam berbulu hitam mengkilap. Ya, ayam cemani adalah salah satu jenis unggas asli Indonesia yang memiliki ciri khas warna bulu serba hitam pekat. Tak hanya bulunya, warna hitam itu juga menutupi kulit, jengger, paruh, kaki, dan bahkan daging serta tulangnya.

Keunikan rupa ayam cemani telah menjadikannya populer di kalangan pecinta unggas, baik di dalam maupun luar negeri. Ayam ini bahkan mendapat julukan “ayam paling mempesona di dunia” karena penampilan eksotisnya yang sangat langka di alam.

Lantas, mengapa ayam cemani bisa memiliki warna hitam sempurna pada tubuhnya? Apa saja fakta unik tentang unggas ini? Yuk, simak bersama ulasan lengkapnya di bawah ini!

Sejarah Ayam Cemani yang Masih Misterius

Meski sudah lama dikenal dan banyak dibudidayakan di Indonesia, sejarah pasti kemunculan ayam cemani sebenarnya masih menjadi misteri. Menurut beberapa sumber, deskripsi tentang ayam berdaging hitam ini pertama kali dituliskan oleh Marco Polo, seorang musafir Venesia yang melakukan penjelajahan ke Asia pada abad ke-13.

ayam cemani

Dalam catatannya, Marco Polo menyebutkan tentang seekor ayam dengan bulu seperti kucing berwarna hitam dan menghasilkan telur yang enak. Sayangnya tidak ada kepastian apakah ayam yang dimaksud adalah ayam cemani atau jenis lain seperti ayam silkie.

BACA:  7 Rekomendasi Platform Baca Manhwa Terbaik, Gratis, dan Legal

Secara turun temurun, ayam cemani telah lama dibudidayakan oleh masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, seperti Desa Kedu, Beji, dan Kahuripan. Di sana ayam ini disebut sebagai ayam cemani karena warna bulunya yang hitam legam bak arang.

Ayam Cemani Kerap Digunakan dalam Ritual Adat

Di kalangan masyarakat Jawa, ayam cemani dipercaya memiliki kekuatan magis dan sering dijadikan sesajen dalam upacara-upacara adat. Konon dengan ritual menggunakan ayam cemani, seseorang bisa mendapatkan kekuasaan, kekayaan, bahkan menyembuhkan penyakit.

Berbagai legenda juga beredar soal khasiat daging dan darah ayam cemani. Diyakini bisa menyembuhkan beragam penyakit, menghindarkan gangguan makhluk halus, hingga memberikan kekebalan tubuh bagi yang memakannya.

Karena itu, di masa lalu ayam cemani kerap dipelihara oleh para raja dan bangsawan untuk meningkatkan kesaktian. Sampai sekarang pun masih banyak yang mempercayai khasiat magis yang dimiliki ayam langka ini.

Penampilan Ayam Cemani yang Serba Hitam

Ciri khas utama ayam cemani tentu saja warna bulu yang serba hitam mengkilap. Hitam pekat menutupi seluruh tubuh ayam jantan dan betina mulai dari kepala, leher, dada, hingga ekornya.

Begitu pula dengan kulit, paruh, kaki, dan cakarnya yang berwarna hitam. Bahkan, warna legam itu juga tampak pada bagian dalam tubuh ayam cemani seperti otot, tulang, jeroan, dan dagingnya.

Satu-satunya bagian ayam cemani yang tidak berwarna hitam hanyalah telurnya yang berwarna putih seperti pada umumnya ayam petelur dan darahnya yang berwarna merah.

ayam cemani

3 Jenis Ayam Cemani Berdasarkan Warna Bulu

Berdasarkan warna dan corak bulunya, ada 3 jenis ayam cemani, yaitu:

1. Ayam Cemani Hitam

Ciri utamanya adalah warna bulu hitam mengkilap di seluruh tubuh, kecuali bagian kulit dubur dan jengger yang masih kemerahan. Berat badan ayam jantan dewasa antara 2 – 2,5 kg dan betina sekitar 1,5 kg.

2. Ayam Cemani Hitam Legam

Ayam cemani jenis ini memiliki pigmen hitam pada seluruh tubuh, mulai dari ujung bulu hingga kulit dubur dan jenggernya. Disebut hitam legam karena warna hitamnya sangat pekat.

3. Ayam Cemani Lurik

Ciri khas ayam cemani lurik atau campuran adalah pola bulu bercorak lurik (belang-belang) di beberapa bagian tubuh seperti sayap, leher, dan ekor. Kulit dan jenggernya berwarna merah muda atau putih.

BACA:  √√ Kue Ukuran 18 Sebesar Apa? Ini Penjelasan dan Panduan Lengkapnya

Penyebab Ayam Cemani Berwarna Hitam

Lantas, mengapa ayam cemani bisa memiliki warna bulu serba hitam yang sangat jarang terjadi pada unggas? Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata itu disebabkan oleh mutasi genetik atau perubahan pada susunan genom ayam cemani.

Menurut para ahli, mutasi tersebut kemungkinan besar terjadi ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu sehingga bersifat turun temurun hingga saat ini. Mutasi inilah yang menyebabkan hiperpigmentasi atau kondisi kulit berlebihan pigmen hitam pada tubuh ayam cemani.

a. Mutasi gen EDN3

Kebanyakan hewan bertulang belakang memiliki gen endothelin 3 (EDN3) yang berperan mengontrol warna kulit. Secara normal, gen pengatur pigmentasi (EDN3) pada unggas hanya aktif di kulit dan folikel bulu sehingga hanya bagian itu yang berwarna. Namun pada ayam cemani, gen EDN3 justru aktif di hampir seluruh sel tubuh termasuk otot, tulang, dan organ dalam.

Akibatnya, jumlah melanoblas atau sel penghasil pigmen hitam meningkat drastis hingga 10 kali lipat. Itulah sebabnya bulu, kulit, daging, dan seluruh bagian tubuh ayam cemani berwarna hitam pekat.

b. Fibromelanosis

Kondisi hiperpigmentasi pada ayam cemani ini disebut dengan istilah fibromelanosis. Ini adalah fenomena langka yang hanya ditemukan pada beberapa ras unggas di dunia dengan ciri seluruh tubuh berwarna hitam pekat.

Selain ayam cemani, beberapa ras unggas lain dengan fibromelanosis antara lain ayam Silkie, ayam Laysan, dan ayam Black H’Mong. Namun hanya ayam cemani yang memiliki warna paling pekat.

ayam cemani

c. Tingginya kadar melanin

Pigmen yang bertanggung jawab atas warna hitam pada tubuh ayam cemani disebut melanin. Kadar melanin pada ayam ini jauh lebih tinggi daripada ayam ras lainnya.

Melanin diproduksi oleh melanosit. Karena mutasi gen EDN3, maka produksi melanosit meningkat signifikan hingga 10 kali lipat. Akibatnya, kadar melanin di semua jaringan tubuh ayam cemani ikut meningkat drastis sehingga tampak hitam legam.

7 Fakta Menarik tentang Ayam Langka Cemani

Selain soal penampilan dan genetikanya, masih banyak fakta menarik lain dari ayam cemani yang patut Anda ketahui. Berikut ini 7 di antaranya:

BACA:  Ayam Arab: Unggas Unggul yang Menggiurkan sebagai Peluang Bisnis

1. Harga ayam cemani sangat fantastis

Karena langka dan banyak dicari, harga jual ayam cemani sangat tinggi. Harga anakan berkisar Rp 100 ribu per ekor. Sementara harga sepasang indukan bisa mencapai puluhan juta rupiah!

2. Pernah jadi buruan kolektor di luar negeri

Berkat keunikan bulu hitamnya, ayam cemani sempat menjadi buruan para kolektor unggas di Amerika Serikat. Namun kini impor langsung dari Indonesia dilarang karena wabah flu burung.

3. Darah dan dagingnya dipercaya punya khasiat magis

Masyarakat Jawa mempercayai khasiat magis pada darah dan daging ayam cemani. Konon bisa menyembuhkan penyakit, memberi kekebalan tubuh, hingga menghindari gangguan makhluk halus.

4. Ayam cemani betina lebih langka

Populasi ayam cemani betina lebih sedikit daripada jantan. Itu yang menyebabkan harga ayam cemani betina biasanya lebih mahal.

5. Bentuk tubuh ayam cemani ramping dan langsing

Berbeda dengan ayam kampung, tubuh ayam cemani terlihat lebih ramping dan langsing. Berat badan ayam jantan dewasa hanya 2 – 2,5 kg dan betina sekitar 1,5 kg.

6. Telur ayam cemani berwarna putih biasa

Meski tubuhnya serba hitam, telur yang dihasilkan ayam cemani tetap berwarna putih seperti pada umumnya, bukan hitam.

7. Asal muasal nama cemani dari bahasa Jawa

Cemani berasal dari bahasa Jawa yang berarti hitam legam, mengacu pada warna bulu ayam ini yang hitam pekat seperti arang.

Itulah sejumlah fakta menarik tentang ayam cemani yang mungkin belum banyak diketahui. Unik dan langka memang, pantas kalau banyak yang tertarik untuk memelihara ayam asli Indonesia ini.

Ayam cemani on Youtube

Panduan Memelihara Ayam Cemani agar Sehat dan Berkualitas

Ingin memelihara ayam cemani di rumah? Sebelum memulai, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu tips dan cara merawatnya dengan benar agar ayam cemani tetap sehat dan berkualitas. Berikut panduannya:

1. Persiapkan Kandang yang Nyaman

Seperti ayam peliharaan lainnya, ayam cemani memerlukan kandang yang bersih dan nyaman agar tumbuh optimal. Ukuran kandang disesuaikan dengan jumlah dan ukuran ayam. Pastikan sirkulasi udaranya lancar agar kandang tidak lembap.

2. Berikan Pakan Bergizi Seimbang

Untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan ayam cemani, berikan pakan seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Pakan bisa berupa dedak, jagung, kedelai, dan sayuran hijau.

3. Perhatikan Kebersihan dan Kesehatan

Jaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar. Bersihkan kotoran dan sisa pakan agar tidak menjadi sarang penyakit. Beri vaksinasi dan vitamin pencegah penyakit secara rutin agar ayam tetap sehat.

4. Pisahkan Kandang Indukan dan Anakan

Pisahkan kandang untuk indukan dan anakan agar tidak terjadi persaingan pakan. Anakan baru boleh digabungkan dengan indukan setelah berusia 2 bulan agar pertumbuhannya maksimal.

5. Kurangi Stres pada Ayam

Stres bisa memengaruhi kualitas dan produktivitas ayam cemani. Kurangi stres dengan memberi pakan bergizi, menjaga suhu kandang tetap normal, dan membatasi kontak langsung dengan manusia.

Itulah panduan ringkas merawat ayam cemani agar tetap sehat dan berkualitas. Pastikan selalu memperhatikan asupan nutrisi, kebersihan, dan kenyamanannya. Dengan perawatan yang tepat, ayam cemani bisa tumbuh optimal sesuai potensinya.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *