Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Ciri-Ciri Kucing Hamil dan Cara Merawatnya Hingga Melahirkan

Mengenali ciri-ciri kucing hamil penting untuk memberi perawatan yang optimal bagi sang induk dan calon bayinya. Tanda-tanda seperti pembesaran putting susu,

Ciri-ciri kucing hamil – Memiliki kucing peliharaan tentu menjadi hal yang menyenangkan. Apalagi jika kucing kesayangan kita tiba-tiba hamil. Pasti sangat lucu dan menggemaskan melihat perut buncit si kucing. Namun, kita juga harus paham bagaimana merawat kucing hamil agar proses kehamilan berjalan dengan baik hingga melahirkan.

Kita mesti tahu bagaimana ciri-ciri kucing hamil supaya bisa memberikan perawatan yang tepat. Selain itu, mengetahui tanda-tanda persalinan juga penting agar bisa mempersiapkan kelahiran anak-anak kucing dengan baik.

Ciri-Ciri Kucing Hamil

Biasanya, kucing akan hamil setelah melakukan kawin silang antara jantan dan betina. Tapi beberapa kucing bisa hamil tanpa dikawinkan lho! Hal ini dikenal dengan istilah superfetasi.

Kondisi ini bisa terjadi pada kucing betina yang pernah kawin (dan tersimpan spermanya) kemudian kawin lagi saat sedang hamil. Nah, kucing yang sedang hamil tadi bisa kembali dibuahi oleh sel telur lainnya sehingga hamil 2 kali.

Meski demikian, pasangan kucing harus terlebih dulu melakukan kawin silang supaya bisa hamil. Setelah beberapa minggu, Kita bisa melihat ciri-ciri kucing hamil seperti berikut ini.

ciri-ciri kucing hamil

1. Pembesaran Puting Susu

Ciri hamil pada kucing yang paling mudah dikenali adalah adanya pembesaran puting susu. Kondisi ini biasanya terjadi pada minggu ke 3 atau 4 setelah kucing dikawin. Perubahan warna puting susu ini dikenal dengan istilah pinking up.

Puting susu kucing yang semula kecil dan warna pink pudar, berubah menjadi lebih besar, menonjol, dan merah merona. Bahkan kadang keluar cairan seperti susu dari putingnya. Pembesaran puting susu merupakan pertanda pasti kucing tersebut tengah hamil.

2. Muntah-muntah

Seperti halnya ibu hamil pada manusia yang mengalami morning sickness, hal serupa juga dialami kucing hamil. Morning sickness atau rasa mual yang menyebabkan muntah ini disebabkan perubahan hormon saat kehamilan.

Biasanya muntah terjadi di pagi hari saat perut kosong. Kondisi ini juga merupakan salah satu pertanda kucing tengah mengandung karena dipengaruhi kadar progesteron tinggi yang beredar di dalam tubuh.

BACA:  12 Cara Menghilangkan Kutu Kucing Paling Ampuh

Namun kita juga harus tetap waspada. Sebab kondisi muntah yang berkepanjangan bisa berakibat buruk bagi kucing hamil dan janinnya.

3. Nafsu Makan Meningkat

Saat sedang hamil, kucing membutuhkan lebih banyak nutrisi dan kalori untuk memenuhi kebutuhan induk hamil dan janinnya. Maka dari itu, biasanya nafsu makan kucing akan meningkat tajam saat hamil.

Kucing yang sedang hamil akan makan hampir 1,5 kali lipat porsi makan seperti biasanya. Bahkan ada yang bisa memakan 2 kali lebih banyak dari biasanya lho.

4. Perubahan Berat Badan

Ciri-ciri kucing hamil yang mudah diamati salah satunya dari berat badannya. Peningkatan berat badan kucing hamil biasanya sekitar 2 sampai 4 pound atau sekitar 1-2 kg.

Kenaikan berat badan selama masa kehamilan juga dipengaruhi oleh banyaknya jumlah anakan dalam kandungan. Semakin banyak jumlah janinnya, semakin besar kenaikan berat badan sang induk kucing.

Kenaikan berat badan biasanya hanya akan terjadi di bagian perut atau yang biasa disebut pot belly. Sementara bagian tubuh lainnya tidak mengalami perubahan. Berbeda dengan kucing yang hanya gemuk, kenaikan berat badannya merata di seluruh tubuh.

5. Perut Membesar

Tanda kucing hamil berikutnya yang paling kentara dari penampilan fisiknya adalah membesarnya perut. Perubahan ini biasanya baru terlihat sekitar 5 minggu setelah masa perkawinan.

Pembesaran perut tersebut menandakan adanya janin di dalam rahim yang tengah berkembang. Semakin besar dan buncit perut sang induk, semakin banyak pula jumlah janinnya.

6. Sering Buang Air Kecil

Seiring pertumbuhan janin dalam kandungan yang semakin membesar, tentu volume rahim ikut meningkat. Kondisi ini berdampak pada organ sekitarnya seperti kandung kemih kucing.

Tekanan pada kandung kemih tersebut yang menyebabkan kucing hamil sering buang air kecil dalam jumlah sedikit. Hal ini hampir sama seperti yang dialami wanita hamil ketika janin semakin membesar di dalam rahim.

Perbedaan Kucing Hamil dan Kucing Gemuk

Kadang kita merasa bingung membedakan kucing hamil dan kucing gemuk. Sebab keduanya sama-sama mengalami kenaikan berat badan dan perubahan fisik di sekitar perut.

Padahal memahami perbedaan kucing hamil dan gemuk itu penting. Dengan begitu kita bisa memberikan perawatan yang tepat untuk peliharaan kesayangannya.

Berikut beberapa perbedaan antara kucing hamil dan kucing gemuk.

1. Perubahan Sikap

Kucing yang sedang hamil biasanya akan lebih manja dan menempel pada pemiliknya. Mereka juga cenderung lebih sensitif dan temperamental dibandingkan kucing gemuk.

Sedangkan kucing gemuk tidak mengalami perubahan perilaku yang signifikan. Mereka tetap aktif, lincah, suka bermain, dan tidak sensitif seperti kucing hamil.

2. Nafsu Makan

Nafsu makan kucing yang tengah hamil cenderung naik turun tidak stabil. Terkadang mereka rakus sekali makan, tapi tak jarang juga mogok makan bahkan sampai muntah.

BACA:  Kucing Bengal, Kucing Eksotis dengan Garis Macan Tutul

Lain halnya dengan kucing gemuk yang nafsu makannya terus meningkat pesat tanpa diiringi rasa mual atau muntah. Bahkan kucing gemuk sanggup menghabiskan porsi makan 2-3 kali lipat lebih banyak ketimbang kucing normal.

3. Area Tubuh Membesar

Perbedaan mendasar antara kucing hamil dengan yang gemuk juga bisa dilihat dari cara tubuh mereka membesar. Kucing hamil hanya akan mengalami pembesaran di area perutnya saja mirip buncit.

Sementara kucing gemuk membesarnya merata di seluruh tubuh, seperti leher, wajah, kaki, dan paha. Dengan kata lain berat badan naik secara keseluruhan tubuh karena timbunan lemak.

Nah, itu dia beberapa ciri-ciri utama pada kucing ketika tengah hamil. Semakin sering berinteraksi dengan kucing peliharaan, semakin mudah mengenali tanda-tanda kehamilan pada kucing.

ciri-ciri kucing hamil

Tips Mempersiapkan Kelahiran Bayi Kucing

Setelah mengetahui ciri-ciri khas kucing hamil, Kita juga harus paham bagaimana cara mempersiapkan kelahiran sang buah hati. Menjelang persalinan, biasanya kondisi kucing akan berubah menjadi lebih sensitif.

Kita mesti ekstra sabar menghadapi kondisi tersebut dan terus memberi kasih sayang pada si calon ibu. Persiapan matang juga penting agar proses melahirkan berjalan lancar dan selamat.

Berikut ini tips praktis mempersiapkan kelahiran bayi kucing kesayangan.

1. Pantau Kondisi Kesehatan Induk Hamil

Beberapa hari menjelang melahirkan, Kita harus rutin memantau kondisi kesehatan si induk hamil. Periksa suhu tubuh, denyut jantung, pernapasan, dan aktifitas sehari-hari induk hamil setiap hari.

Biasanya pada 12-24 jam sebelum melahirkan, suhu tubuh induk akan sedikit menurun dari suhu normalnya. Nah, inilah pertanda kelahiran segera tiba.

2. Siapkan Tempat Persalinan yang Nyaman

Saat-saat kritis sebelum kucing melahirkan, biasanya mereka akan terlihat gelisah dan mencari-cari tempat sempit untuk bersembunyi. Ini adalah sinyal kucing ingin segera melahirkan anaknya.

Kamu bisa membuatkan tempat khusus atau kandang melahirkan yang nyaman dan aman buat si calon ibu. Bisa menggunakan kardus beralas kanvas, kain lembut, atau handuk hangat. Fungsinya agar kucing bisa melahirkan dengan tenang dan nyaman.

Letakkan kandang melahirkan ini di ruang pribadi atau tersembunyi agar tidak terganggu hewan lain atau anak-anak kecil. Jauhkan dari keramaian juga suara bising supaya melahirkan lancar.

3. Persiapkan Perlengkapan Menyusui Bayi Kucing

Segera setelah lahir, bayi kucing perlu menyusu pada ibunya untuk mendapatkan kolostrum. Kolostrum ini kaya akan antibodi yang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh sang bayi.

Kita bisa mempersiapkannya dengan botol susu jika sewaktu-waktu induk betina kesulitan menyusui atau terjadi al yang tidak diinginkan. Siapkan selalu botol ASI, susu formula kucing, dan dot untuk berjaga-jaga.

4. Bersiap untuk Rawat Gabung Induk & Bayi Kucing

Setelah melahirkan selesai, umumnya ibu kucing akan betah berlama-lama di tempat dia melahirkan bersama anak-anaknya. Jangan memisahkan induk dengan bayinya jika kondisi keduanya sehat.

BACA:  Kucing Maine Coon: Si Besar yang Gagah dan Lucu, Bikin Gemas!

Biarkan induk menyusui dan merawat anak-anaknya sampai usia sekitar 8 minggu. Baru setelah itu kita bisa memindahkan sang induk beserta anak-anaknya ke tempat lain yang lebih lapang.

ciri-ciri kucing hamil

Tips Merawat Kucing Hamil hingga Melahirkan

Agar kehamilan kucing berjalan optimal hingga melahirkan dengan selamat, dibutuhkan perawatan rutin dari sang pemilik. Kita wajib tahu bagaimana merawat kucing hamil supaya sehat dan bisa melahirkan dengan lancar.

Berikut tips praktis merawat kucing hamil agar proses kehamilan hingga melahirkan berjalan mulus.

1. Pelihara di Dalam Rumah atau Tempat Tertutup

Saat hamil, sebaiknya kucing dipelihara di dalam rumah saja atau tempat tertutup lainnya. Hal ini untuk melindungi kucing dan kandungannya dari ancaman hewan liar di luar sana.

Kucing hamil juga harus terhindar dari stres karena berkelahi dengan kucing jalanan. Bisa berakibat buruk pada kehamilannya atau bahkan keguguran. Kita juga bisa memastikan kucing hamil mendapat makanan cukup dan terjamin keselamatannya.

2. Beri Makan Berdasarkan Nutrisi yang Dianjurkan

Selama masa kehamilan, Kita perlu memberi makan kucing sesuai standar gizi ibu hamil dan janin dalam kandungannya. Konsultasikan dengan dokter hewan terkait jumlah kalori dan nutrisi harian yang dibutuhkan.

Kita juga bisa memberikan makanan khusus untuk kucing hamil yang banyak dijual di pasaran. Makanan ini diperkaya dengan vitamin, mineral, asam lemak esensial, dan nutrisi penting lain untuk pertumbuhan janin.

Pemberian makanan ini dapat dimulai sejak masa kebuntingan trimester kedua hingga selesai menyusui nanti.

3. Rutin Memeriksakan Kesehatan & Kandungan

Selama masa kehamilan, sebaiknya rutin memeriksakan kondisi kesehatan kucing hamil ke dokter hewan. Minimal kontrol setiap 2 minggu sekali apakah kehamilan berjalan normal atau ada masalah.

Dokter hewan akan memeriksa tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh, serta kondisi rahim dan kandungan sang induk hamil. Hasil pemeriksaan ini penting untuk memantau proses tumbuh kembang janin dalam kandungan.

Jika ada kelainan segera bisa ditangani lebih dini agar tidak membahayakan janin. Kunjungan rutin ke dokter hewan juga bisa mendeteksi lebih awal jika terjadi komplikasi kehamilan.

4. Vaksin dan Obat Cacing Tetap Dilanjutkan

Selama hamil, kita tetap harus melanjutkan program vaksinasi dan pemberian obat cacing pada kucing. Namun penjadwalan dan jenis vaksin harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter hewan.

Beberapa vaksin tertentu memang tidak boleh diberikan saat kucing sedang bunting karena berisiko membahayakan kandungannya. Demikian pula dengan obat cacing, harus memilih jenis aman untuk ibu hamil dan janinnya.

5. Persiapkan Kandang Melahirkan yang Nyaman

Menjelang taksiran partus atau kelahiran tiba, kita perlu menyiapkan kandang melahirkan khusus untuk sang induk. Letakkan kandang ini di tempat yang tenang, nyaman, hangat, dan jauh dari gangguan.

Bisa menggunakan kardus beralaskan handuk atau selimut tebal agar induk betah berlama-lama di dalamnya. Nantinya kandang ini berfungsi sebagai sarang melahirkan dan menyusui bayi kucing sampai cukup kuat.

6. Cari Tahu Tanda-Tanda Kelahiran Segera Tiba

Beberapa hari sebelum melahirkan, kucing betina akan menunjukkan tanda-tanda partus atau kelahiran segera tiba. Ibu hamil akan terlihat gelisah, hilang nafsu makan, sering menjilati vagina, dan suhu tubuh menurun.

Kita harus peka mengenali gejala ini sebagai indikator kelahiran sudah dekat. Dengan begitu bisa semakin waspada menunggu detik-detik sang buah hati melihat dunia untuk pertama kali.

Nah, begitulah ciri-ciri khas kucing hamil beserta cara mempersiapkan kelahiran anak-anak kucing. Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan memperlancar proses hamil hingga melahirkan kucing kesayangan.

Referensi:

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *