Ayam joper merupakan hasil persilangan atau perkawinan antara ayam kampung jantan dengan ayam ras petelur betina. Tujuan persilangan ini adalah untuk mendapatkan keturunan yang memiliki kualitas daging seperti ayam kampung dan kemampuan produksi telur yang tinggi seperti ayam ras petelur.
Ayam joper pertama kali diperkenalkan pada tahun 1990-an di Jawa Tengah, maka dari itu disebut ayam Jawa Super atau ayam Joper. Nama lain untuk ayam joper adalah ayam kampung impor, meski sebenarnya ayam ini merupakan hasil persilangan dalam negeri.
Ayam joper semakin populer dipelihara oleh masyarakat Indonesia, baik untuk dikonsumsi maupun sebagai peluang usaha menjanjikan. Terdapat beberapa alasan mengapa ayam joper layak dipilih untuk dibudidayakan.
Keunggulan Ayam Joper
Mengapa ayam joper layak untuk dikembangkan? Berikut keunggulan utama dari ayam joper:

1. Pertumbuhan Lebih Cepat
Ayam joper mampu tumbuh lebih cepat dibandingkan ayam kampung murni. Hal ini karena ayam joper mewarisi sifat pertumbuhan cepat dari induk betina ayam ras petelur.
Ayam joper siap panen pada umur 2 bulan atau bahkan kurang, dengan berat 0,7-1 kg per ekor. Sementara ayam kampung butuh waktu 4-5 bulan dengan berat akhir 0,5-0,7 kg per ekor.
2. Kualitas Daging Lebih Baik
Meski pertumbuhannya cepat, ayam joper memiliki tekstur dan rasa daging yang mirip ayam kampung asli. Dagingnya padat, kenyal, dan gurih khas ayam kampung.
Kandungan lemak dan kolesterol pada daging ayam joper juga lebih rendah dibandingkan ayam negeri (broiler). Ini menjadikan daging ayam joper lebih sehat untuk dikonsumsi.
3. Produktivitas Telur Tinggi
Selain daging, ayam joper betina juga bisa dimanfaatkan sebagai penghasil telur. Ayam joper betina mampu bertelur 180-200 butir per tahun. Jauh lebih tinggi dibandingkan ayam kampung yang hanya 60-100 butir per tahun.
Dengan demikian, ayam joper betina bisa menghasilkan dua komoditas sekaligus, yaitu daging dan telur.
4. Perawatan Lebih Mudah
Ayam joper tidak memerlukan perawatan khusus. Ayam joper dapat dipelihara secara semi-intensif dengan memberikan pakan tambahan dan kandang sederhana. Tidak serumit merawat ayam kampung murni.
Ayam joper juga tahan terhadap penyakit, sehingga lebih mudah beradaptasi jika dipelihara secara massal dalam jumlah besar.
5. Harga Jual Tinggi
Permintaan pasar yang tinggi terhadap ayam joper menyebabkan harga jualnya cukup stabil dan menguntungkan bagi peternak.
Harga ayam joper berkisar Rp 40.000 – Rp 80.000 per ekor tergantung bobot dan kualitas ayam. Lebih mahal dibandingkan ayam kampung dan ayam ras pedaging pada umumnya.
Dengan semua keunggulan tersebut, tidak heran bila banyak peternak beralih memelihara ayam joper dibandingkan jenis ayam lainnya.

Memulai Usaha Budidaya Ayam Joper
Jika tertarik untuk memulai usaha budidaya ayam joper, berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan:
1. Persiapkan Kandang yang Nyaman
Kandang ayam joper sebaiknya ditempatkan di area yang jauh dari pemukiman padat penduduk. Pastikan sirkulasi udaranya lancar dan terhindar dari panas matahari langsung.
Ukuran kandang disesuaikan dengan jumlah dan umur ayam:
- Ayam umur 1-6 hari: 60 ekor per m2
- Ayam umur 7-12 hari: 40 ekor per m2
- Ayam umur 13-30 hari: 20 ekor per m2
- Ayam umur 31 hari-panen: 9 ekor per m2
Atur penempatan kandang sehingga ayam tidak kepanasan saat siang hari. Beri alas kandang berupa sekam atau serutan kayu untuk menyerap kotoran dan bau.
2. Pilih Bibit Ayam Joper Unggul
Keberhasilan budidaya ayam joper ditentukan oleh kualitas bibit. Pilih bibit ayam joper dari tempat pembibitan unggul, dengan ciri-ciri: sehat, mata bersinar, tubuh tegap, dan bulu bersih mengkilap.
Hindari membeli ayam joper murah dari sumber yang tidak jelas kualitasnya. Bibit berkualitas rendah berisiko gagal tumbuh optimal bahkan mudah sakit.
3. Berikan Pakan Berkualitas
Untuk mendukung pertumbuhan cepat, ayam joper memerlukan pakan berkualitas tinggi. Jenis dan takaran pakan disesuaikan dengan umur dan bobot ayam.
Pakan untuk ayam joper antara lain:
- Pakan BR atau pakan starter komersial (umur 0-4 minggu).
- Campuran dedak, jagung, bungkil kedelai (umur 4 minggu-panen).
Pakan diberikan secukupnya secara ad libitum. Pantau konsumsi pakan dan cegah ayam stres akibat berebut pakan dengan menyediakan tempat pakan yang cukup.
4. Beri Vitamin dan Obat-obatan
Untuk mendukung daya tahan tubuh dan pertumbuhan ayam joper, berikan vitamin secara rutin:
- Umur 1 hari: vitamin dan air gula.
- Umur 4-6 hari: vitamin chick/stress.
- Umur 12-32 hari: vitamin stress/fortevit.
Vaksinasi juga penting untuk mencegah penyakit, seperti tetelo dan gumboro. Konsultasikan jadwal vaksinasi yang tepat dengan dokter hewan.
5. Jaga Kebersihan Kandang
Kebersihan kandang ayam joper harus selalu terjaga. Bersihkan kotoran dan sisa pakan setiap hari. Sediakan tempat pakan dan minum bersih.
Semprot desinfektan secara berkala untuk membunuh kuman dan bibit penyakit. Hal ini penting untuk mencegah wabah penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan ayam.
6. Panen pada Waktu yang Tepat
Umur panen ayam joper adalah 6-8 minggu dengan berat 0,7-1 kg per ekor. Jangan terlambat memanen, karena akan menurunkan efisiensi pakan dan menurunkan keuntungan.
Siapkan pembeli atau bakul beberapa hari sebelum panen. Koordinasikan waktu panen agar ayam dapat langsung terjual.
Itulah langkah-langkah memulai budidaya ayam joper. Dengan perencanaan matang dan manajemen yang baik, budidaya ayam joper dapat menjadi usaha menguntungkan.
Tips Sukses Berternak Ayam Joper
Agar budidaya ayam joper berhasil optimal, berikut beberapa tips penting yang perlu diperhatikan:
1. Pilih Lokasi Strategis
Pilih lokasi kandang ayam joper yang jauh dari keramaian namun mudah diakses transportasi. Lokasi yang tenang membuat ayam nyaman dan tumbuh optimal. Akses transportasi memudahkan pemasaran hasil panen.
2. Jaga Suhu Kandang
Suhu kandang yang ideal untuk ayam joper adalah 30-32 derajat Celcius, terutama pada minggu-minggu pertama. Atur sirkulasi udara dan pancaran sinar matahari agar suhu kandang tetap ideal.
3. Pemberian Pakan Teratur
Berikan pakan secara teratur dan merata setiap hari. Pantau konsumsi pakan tiap kelompok umur. Jangan biarkan pakan menumpuk atau kotor. Ganti pakan secara bertahap saat melakukan periode pakan baru.
4. Pantau Pertumbuhan
Rutin melakukan pemantauan bobot badan individu secara sampling. Catat pertumbuhan bobot untuk memastikan kecukupan pakan dan kondisi kesehatan. Lakukan pengobatan jika terdeteksi pertumbuhan terhambat.
5. Kandang Bebas Hama dan Penyakit
Jaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar. Karantina ayam sakit secara cepat. Lakukan disinfeksi dan vaksinasi secara berkala untuk mencegah wabah penyakit.
6. Manajemen Panen dan Pemasaran
Kelola manajemen panen dan pemasaran hasil secara cermat. Siapkan calon pembeli dan jadwal panen jauh-jauh hari agar hasil panen langsung terserap pasar.
Itulah beberapa tips sukses berternak ayam joper agar budidaya berjalan optimal dan menguntungkan.

Analisa Keuntungan Usaha Ternak Ayam Joper
Berikut analisa keuntungan sederhana dari usaha budidaya ayam joper dalam 1 periode:
Modal
- Bibit ayam joper umur 1 hari (1000 ekor x Rp 8.000) = Rp 8.000.000
- Pakan (800 kg x Rp 7.000) = Rp 5.600.000
- Obat dan vitamin = Rp 500.000
- Biaya kandang, peralatan, listrik, dan lainnya = Rp 1.500.000
Total modal = Rp 15.600.000
Penerimaan
- Penjualan ayam joper (1000 ekor x Rp 50.000) = Rp 50.000.000
Pengeluaran
- Bibit dan pakan = Rp 13.600.000
- Obat, vitamin, vaksin = Rp 500.000
- Perawatan kandang = Rp 500.000
- Listrik dan air = Rp 300.000
- Transport = Rp 200.000
Total pengeluaran = Rp 15.100.000
Keuntungan
Keuntungan kotor = Rp 50.000.000 – Rp 15.100.000 = Rp 34.900.000
Dengan perhitungan di atas, usaha budidaya 1000 ekor ayam joper mampu menghasilkan keuntungan bersih sekitar Rp 34,9 juta dalam 1 periode panen.
Angka keuntungan bersih tentu saja dapat lebih besar dengan skala usaha yang lebih besar misalnya 5000 atau 10.000 ekor per periode. Selain itu, dengan manajemen yang lebih efisien tentu saja biaya produksi dapat lebih ditekan sehingga keuntungan lebih optimal.
Memulai usaha ayam joper membutuhkan modal yang tidak terlalu besar namun memberikan keuntungan yang menjanjikan. Apalagi ayam joper sudah memiliki pasar yang siap menampung hasil panen.
Pastikan untuk menerapkan manajemen budidaya dan perawatan yang tepat agar ayam joper dapat tumbuh optimal. Dengan demikian, usaha ayam joper Anda dapat berkembang dan mendatangkan keuntungan maksimal dalam jangka panjang.
Satu pemikiran pada “Cara Budidaya Ayam Joper dan Analisa Usahanya”
Komentar ditutup.