Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Mengenal Beragam Teknik Konseling yang Efektif

Mengenal beragam teknik konseling seperti attending, refleksi, empati, dan eksplorasi yang diterapkan konselor agar proses konseling berhasil membantu klien

Teknik konseling – Konseling merupakan proses membantu individu mengatasi berbagai permasalahan hidup dan meraih tujuan tertentu. Agar berhasil, konseling memerlukan beragam teknik yang tepat untuk diterapkan. Nah, tahapan konseling apa saja sih sebenarnya? Yuk, kita bahas lebih lengkap!

Konseling adalah proses interaksi antara konselor dengan klien, baik individu, kelompok, maupun keluarga. Tujuannya adalah agar klien mampu memahami diri dan lingkungannya, mengembangkan kemampuan mengatasi masalah, dan mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya.

Agar konseling berhasil mencapai tujuannya, dibutuhkan keterampilan khusus dari konselor. Keterampilan itu antara lain pemahaman teori dan teknik-teknik konseling.

Nah, teknik konseling ini sangat penting dikuasai konselor. Pasalnya, teknik konseling yang tepat akan sangat membantu proses konseling.

Penasaran teknik-teknik konseling itu seperti apa? Yuk simak pembahasan selengkapnya di bawah ini!

Teknik-Teknik Dasar dalam Konseling

Ada sejumlah teknik dasar yang lazim digunakan di hampir semua pendekatan konseling. Teknik-teknik dasar konseling itu antara lain:

1. Perilaku Attending

Attending artinya menghampiri atau memperhatikan klien. Attending dilakukan sejak awal pertemuan tatap muka antara konselor dengan klien.

Attending ditunjukkan konselor dalam bentuk sikap tubuh, kontak mata, bahasa tubuh, dan bahasa lisan yang menunjukkan penerimaan dan perhatian penuh pada klien.

Tujuan attending adalah membuat klien nyaman dan terbuka mengemukakan masalahnya. Attending yang baik dapat meningkatkan harga diri klien serta menciptakan suasana aman dalam konseling.

Ciri-ciri attending yang baik antara lain kontak mata; anggukan kepala; ekspresi wajah tenang dan bersahabat; posisi duduk menghadap klien; variasi gerakan tangan; dan mendengarkan secara aktif.

teknik konseling

2. Empati

Empati berarti kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan klien. Namun, konselor tidak boleh larut dalam perasaan klien.

Dengan berempati, konselor dapat memahami dunia klien. Klien juga merasa dipahami dan diterima apa adanya oleh konselor.

BACA:  Arti dari Flirty, Istilah Viral di TikTok dan Media Sosial Lainnya

Konselor menunjukkan sikap empati antara lain dengan mengatakan bahwa ia dapat merasakan apa yang dirasakan klien. Misalnya, “Saya dapat merasakan kesedihan yang Anda rasakan.”

3. Refleksi

Refleksi adalah teknik memantulkan kembali perasaan, pikiran, dan pengalaman klien berdasarkan apa yang dikemukakan klien secara verbal dan non-verbal.

Tujuan refleksi adalah agar klien semakin memahami dan menyadari kondisi dirinya sendiri.

Contoh refleksi perasaan: “Sepertinya Anda merasa kecewa dengan perlakuan itu.”

4. Eksplorasi

Eksplorasi berarti menggali lebih dalam tentang perasaan, pikiran, dan pengalaman klien. Eksplorasi dilakukan karena seringkali klien menutupi sebagian informasi penting tentang dirinya.

Contoh eksplorasi: “Saya yakin Anda dapat menjelaskan lebih detail tentang pengalaman yang Anda alami itu.”

5. Parafrasa

Parafrasa adalah menangkap inti pesan klien dan mengungkapkannya kembali dengan bahasa konselor sendiri.

Tujuannya adalah memastikan konselor paham apa yang dimaksud klien dan mengarahkan klien agar terus terbuka.

Contoh parafrasa: “Jadi maksud Anda, Anda bingung harus memilih mana antara melanjutkan kuliah atau bekerja.”

6. Bertanya Terbuka dan Tertutup

Konselor perlu mengajukan pertanyaan terbuka untuk membuka percakapan dan menggali informasi dari klien. Pertanyaan diawali kata apa, mengapa, bagaimana, dan sebagainya.

Sementara itu, pertanyaan tertutup digunakan untuk mendapatkan informasi spesifik dan mengarahkan pembicaraan. Pertanyaan dijawab singkat misalnya ya, tidak, setuju, atau tidak setuju.

7. Dorongan Minimal

Dorongan minimal adalah kata-kata pendek konselor seperti oh, ya, hmm, lalu, yang menunjukkan konselor masih mengikuti dan tertarik pada cerita klien.

Tujuannya mendorong klien agar terus bercerita dan tidak berhenti di tengah jalan.

8. Diam

Diam juga penting dalam konseling setelah klien bercerita panjang lebar. Tujuannya memberi kesempatan klien berpikir dan melanjutkan ceritanya.

Diam biasanya dilakukan paling lama 5-10 detik sebelum konselor memberikan respon.

Nah, itu dia teknik-teknik dasar dalam konseling. Teknik dasar tersebut diterapkan hampir di semua pendekatan konseling.

Selanjutnya, ada juga teknik khusus yang diterapkan pada pendekatan konseling tertentu.

teknik konseling

Teknik-Teknik Khusus dalam Berbagai Pendekatan Konseling

Berikut ini beberapa contoh teknik khusus dalam berbagai pendekatan konseling:

BACA:  Pakta Integritas Adalah Ikrar Kuat Pejabat Publik untuk Mencegah KKN, Ini Penjelasannya

1. Psikoanalisis

Pendekatan konseling yang didasari teori Sigmund Freud ini menggunakan teknik-teknik seperti:

  • Asosiasi bebas: klien mengungkapkan segala pikiran yang muncul di benaknya.
  • Analisis mimpi: menginterpretasi mimpi klien yang merepresentasikan konflik bawah sadar.
  • Analisis transferensi: menganalisis perasaan klien terhadap konselor yang sebenarnya ditujukan pada orang lain.

2. Client-Centered

Pendekatan konseling humanistik dari Carl Rogers ini menerapkan teknik seperti:

  • Unconditional positive regard: menerima klien apa adanya tanpa syarat.
  • Empathetic understanding: memahami klien secara mendalam melalui empati.
  • Genuineness: bersikap asli, jujur, dan kongruen.

3. Gestalt

Gestalt yang dicetuskan Fritz Perls menggunakan teknik-teknik sebagai berikut:

  • Hot seat: klien berdialog dengan bagian dirinya yang belum terintegrasi.
  • Empty chair: klien berdialog dengan kursi kosong yang melambangkan orang lain.
  • Role playing: memerankan situasi masa lalu, masa kini, atau masa depan.

4. Reality Therapy

Pendekatan konseling dari William Glasser ini menerapkan teknik-teknik:

  • Focusing on behavior: memfokuskan pada perilaku klien di sini dan sekarang.
  • Evaluating behavior: mengevaluasi tingkah laku klien saat ini.
  • Making value judgments: membantu klien membuat penilaian nilai atas tingkah lakunya.

5. REBT

REBT dari Albert Ellis menggunakan teknik yang bersifat rasional, aktif, dan direktif, seperti:

  • Disputation: berdebat dengan klien tentang keyakinan irasional.
  • Logical analysis: menganalisis pemikiran klien secara logis.
  • Cognitive homework: memberi PR berpikir rasional pada klien.

6. Behavioral

Pendekatan konseling yang berlandaskan teori belajar ini menerapkan teknik:

  • Positive reinforcement: memberi penguatan positif atas perilaku yang diinginkan.
  • Negative reinforcement: menghilangkan penguatan agar perilaku berkurang.
  • Punishment: memberi hukuman atas perilaku yang tidak diinginkan.
  • Modeling: mencontohkan perilaku yang diharapkan.

7. Keluarga

Konseling keluarga menerapkan teknik sebagai berikut:

  • Joining: membangun hubungan yang hangat dengan seluruh anggota keluarga.
  • Enactment: meminta keluarga memainkan kembali interaksi problematik mereka.
  • Reframing: membingkai ulang cerita keluarga dari sisi yang berbeda.

Nah, itu tadi contoh teknik khusus yang diterapkan pada masing-masing pendekatan konseling.

Konseling membutuhkan keterampilan khusus dari konselor agar berhasil membantu klien. Keterampilan utama itu adalah penguasaan teori dan teknik-teknik konseling.

Ada teknik dasar yang diterapkan hampir di semua pendekatan konseling, seperti attending, refleksi, dan empati. Selain itu ada juga teknik khusus pada masing-masing pendekatan konseling.

BACA:  YNTKTS, Singkatan Unik nan Viral dari Presiden Jokowi

Oleh karena itu, konselor harus mempelajari dan terampil menerapkan teknik yang sesuai dengan kebutuhan klien. Dengan begitu, tujuan konseling untuk membantu klien dapat tercapai secara optimal.

Itu dia pembahasan lengkap seputar teknik-teknik dalam konseling. Semoga artikel ini bermanfaat ya!

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *