Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Memahami Diaforesis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mengatasinya

Diaforesis adalah kondisi berkeringat berlebihan pada tubuh tanpa sebab jelas seperti aktivitas fisik atau panas, umumnya karena penyakit atau obat-obatan.

Diaforesis merupakan kondisi berkeringat berlebihan tanpa sebab yang jelas seperti olahraga atau cuaca panas. Keadaan ini umumnya disebabkan oleh kondisi medis tertentu ataupun perubahan hormon alami seperti menopause.

Bagi sebagian orang, diaforesis dapat mengganggu aktivitas dan menurunkan rasa percaya diri. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami penyebab, gejala, serta pengobatan diaforesis agar dapat mengatasinya dengan tepat.

Penjelasan Singkat tentang Diaforesis

Diaforesis atau hiperhidrosis sekunder merupakan kondisi berkeringat berlebihan pada area tubuh yang luas tanpa adanya aktivitas fisik atau suhu panas yang memicu. Keadaan ini berbeda dari hiperhidrosis primer yang hanya terjadi pada area tubuh tertentu seperti telapak tangan dan kaki akibat gangguan sistem saraf.

Berkeringat adalah cara alami tubuh untuk mengatur suhu. Namun pada diaforesis, produksi keringat berlebih dan tidak wajar terjadi karena kondisi medis tertentu. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui penyebabnya agar dapat dilakukan pengobatan yang tepat.

Faktor Penyebab Terjadinya Diaforesis

Beberapa kondisi medis dan perubahan hormon dapat memicu terjadinya diaforesis, termasuk:

diaforesis

1. Menopause

Menopause adalah penyebab paling umum diaforesis pada wanita. Sekitar 85% wanita mengalami keringat berlebih dan hot flashes selama menopause. Fluktuasi hormon estrogen menyebabkan sinyal palsu ke otak seolah tubuh mengalami suhu tinggi sehingga memicu berkeringat berlebihan.

2. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid berlebihan. Hal ini meningkatkan metabolisme tubuh yang dapat memicu diaforesis. Gejala lain termasuk detak jantung cepat, tangan gemetar, kecemasan, susah tidur, dan penurunan berat badan.

3. Diabetes

Pada penderita diabetes, keringat berlebihan dapat menjadi tanda awal terjadinya hipoglikemia atau kadar gula darah rendah. Selain berkeringat, gejala lain terdiri dari kecemasan, tremor, pusing, dan penglihatan kabur. Hipoglikemia yang tidak ditangani dapat berakibat fatal.

BACA:  Penyebab Keringat Dingin dan Cara Mengatasinya

4. Serangan Jantung

Serangan jantung dapat memicu diaforesis disertai gejala lain seperti nyeri dada, mual, pucat, sesak napas, dan nyeri lengan atau punggung. Segera hubungi ambulans jika mengalami gejala serangan jantung.

5. Kehamilan

Wanita hamil kerap mengalami keringat berlebihan akibat peningkatan metabolisme dan perubahan hormonal. Namun jika disertai demam atau mual, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

6. Obesitas

Orang dengan obesitas cenderung berkeringat lebih banyak karena massa tubuh yang lebih besar menghasilkan panas lebih banyak saat aktivitas fisik.

7. Penggunaan Obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat menyebabkan efek samping berkeringat berlebihan, seperti antidepresan, obat diabetes, kemoterapi, dan pereda nyeri.

8. Penghentian Alkohol dan Narkoba

Saat berhenti mengonsumsi alkohol atau narkoba, diaforesis sering terjadi disertai gejala lain seperti kecemasan, tremor, mual, tekanan darah tidak stabil, dan kejang.

9. Jenis Kanker Tertentu

Kanker seperti leukemia, limfoma, tumor karsinoid, hati, dan tulang dapat memicu diaforesis.

Gejala Umum Diaforesis

Beberapa tanda dan gejala umum diaforesis meliputi:

  • Berkeringat berlebihan pada area tubuh yang luas tanpa aktivitas fisik atau panas.
  • Terjadi siang dan malam hari.
  • Biasanya dimulai saat dewasa.
  • Dapat disertai gejala penyakit penyebabnya seperti detak jantung cepat pada hipertiroidisme.
  • Menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan aktivitas.
diaforesis

Diagnosis dan Pemeriksaan Diaforesis

Diagnosis diaforesis didasarkan pada laporan gejala dari pasien. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dan mengajukan pertanyaan terarah untuk menentukan penyebab yang mendasarinya.

Beberapa tes diagnostik yang dapat dilakukan meliputi:

  • Tes fungsi tiroid untuk mengetahui apakah penyebabnya adalah hipertiroidisme.
  • Tes gula darah untuk memastikan apakah disebabkan diabetes melitus.
  • Pencitraan seperti CT scan atau MRI untuk mendeteksi tumor.
  • Tes kadar hormon untuk mengetahui apakah terjadi ketidakseimbangan hormonal.
  • Pemeriksaan jantung bila dicurigai serangan jantung.
  • Tes kehamilan pada wanita.

Pengobatan Diaforesis

Pengobatan diaforesis tergantung pada penyebabnya:

  • Hipertiroidisme: obat antitiroid seperti metimazole dan propiltiourasil. Jika tidak berhasil, dapat dilakukan pengobatan radioaktif atau pembedahan tiroid.
  • Diabetes: mengontrol kadar gula darah dengan diet, obat, dan olahraga.
  • Menopause: terapi hormon pengganti jika gejalanya parah.
  • Obat-obatan: menyesuaikan dosis atau mengganti dengan obat lain.
  • Serangan jantung: perawatan di rumah sakit seperti pemasangan stent atau operasi bypass jantung.
BACA:  9 Cara Menghilangkan Bau Badan Secara Alami dan Efektif

Untuk mengurangi berkeringat pada ketiak, dapat digunakan antiperspiran resep dokter yang mengandung aluminum klorida 10-15%. Suntikan Botox juga bisa memberi efek sementara.

Cara Mengatasi Diaforesis

Beberapa cara alami yang dapat dilakukan untuk mengurangi keringat berlebihan meliputi:

  • Memakai pakaian dari bahan alami seperti katun yang menyerap keringat.
  • Menghindari pakaian ketat agar tidak gerah.
  • Menggunakan alat pendingin ruangan seperti AC dan kipas angin.
  • Menghindari makanan dan minuman pemicu berkeringat seperti alkohol, kafein, dan pedas.
  • Minum banyak air putih.
  • Mengoleskan antiperspiran non-resep tanpa aluminum ke area berkeringat.
  • Mengurangi stres dengan meditasi atau yoga. Stres dapat memicu produksi keringat.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Gunakan bedak tabur atau baking soda di ketiak, lipatan paha, dan telapak kaki.

Beberapa Hal Penting tentang Diaforesis

Beberapa hal penting yang perlu diketahui tentang diaforesis:

  • Merupakan kondisi berkeringat berlebihan tanpa sebab jelas seperti olahraga atau panas.
  • Terjadi karena kondisi medis atau perubahan hormon pada wanita menopause dan hamil.
  • Dapat disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu.
  • Menganggu aktivitas dan menurunkan rasa percaya diri.
  • Perlu dikonsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.
  • Pengobatan tergantung penyakit penyebabnya. Cara alami dapat membantu mengurangi gejala.
  • Prognosis tergantung penyakit penyebab. Berkeringat berlebihan akan berhenti setelah penyebabnya diobati.

Dengan memahami seluk-beluk diaforesis, kita dapat mengenali gejalanya lebih awal dan segera berkonsultasi ke dokter jika mengalaminya. Pengobatan yang tepat dapat menyingkirkan penyebab diaforesis sehingga berkeringat berlebihan dapat terkontrol kembali.

Referensi:

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *